Tips Agar Pandai Menulis dengan Mudah

Saya akan memberikan tips agar kamu bisa pandai menulis dengan mudah. Menulis adalah keahlian dasar dalam diri seseorang. Menulis biasanya bersandingan dengan membaca. Setelah saya menulis artikel berjudul “Pelajar yang Tidak Gemar Membaca Akan Tertinggal” kini saya membuat artikel tentang menulis dan manfaatnya bagi para pelajar sekalian yang membaca ini.


Seperti yang sudah pernah saya sampaikan dalam tulisan sebelumnya, literasi baca tulis di lingkup pelajar terbilang stagnan bahkan dibilang masih rendah di tengah zaman distrupsi teknologi seperti saat ini. Maka, sebelum literasi digital dipahami dan ditingkatkan, literasi baca tulis perlu perhatian lebih agar tidak terjadi ketimpangan dalam menggunakan teknologi inoformasi.

Dalam pengalaman hidup saya, menulis sudah menjadi bagian hidup saya sejak kelas 5 SD. Setelah ayah saya meninggal, saya senang menulis puisi dan lirik lagu walau pada saat kelas 4 saya sudah senang menulis cerpen. Lalu, di pelajaran Bahasa Indonesia, ada bab menulis berita. Di situlah awal saya menyukai dunia tulis menulis, terutama jurnalistik. Bagi setiap orang, menulis memang sulit. Tapi, kali ini saya akan bagikan tips mudahnya.

Saat menyelesaikan tugas menulis berita waktu SD dulu, saya membaca salah satu berita dari Liputan6.com. Saya tidak melakukan copy-paste, tapi meniru susunan berita dan pola kalimat yang dipakainya. Hal itu dilakukan berulang-ulang sampai bab menulis berita selesai, sehingga susunan berita bisa ada di luar kepala saya.

Maka, kesimpulannya adalah kita harus rajin membaca tulisan yang kita gemari, atau tulisan yang akan kita buat. Ketika ingin membuat cerpen, kita harus pernah membacanya. Ketika ingin membuat artikel, kita harus pernah membacanya. Kita harus mengenal tulisannya dulu, baru kita bisa mempraktikannya. Dalam hal ini, saya memiliki prinsip learning by doing yaitu belajar sambil praktik. Jadi, lakukan saja dulu! Jangan ragu!

Memasuki bangku SMP, saya memiliki ide untuk mengisi mading sekolah dengan berita. Saya melakukan wawancara sendiri kepada guru-guru tentang berbagai topik, mulai dari tips belajar sampai imbauan jelang ujian. Dalam hal ini, saya tidak lagi meniru susunan berita orang lain, saya menulis susunan saya sendiri dengan prinsip 5W+1H yaitu unsur dasar dalam menulis berita. Akan tetapi, seiring saya terus belajar Bahasa Indonesia di sekolah, semakin saya sadar banyak pola kalimat dan penulisan yang salah dari karya jurnalistik yang saya buat. Akhirnya, saya perbaiki secara berkala dan membaca ulang berita yang saya tulis.

Maka, kesimpulannya adalah tips yang harus dilakukan agar kita pandai menulis dengan mudaha adalah, kita perlu terus melakukan pembaharuan dari karya tulis kita dengan mempelajari lebih lanjut tentang jenis tulisan yang kita buat. Dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia ada banyak materi yang bisa kita pelajari, jangan cuma dipelajari tapi langsung dipraktikan. Percuma materi diingat dan dicatat tapi tidak dilakukan, hanya akan sia-sia. Jangan ragu untuk mengoreksi dan meminta koreksi dari guru atau orang yang lebih ahli, dengan kritik dan koreksi akan membuat karya kita semakin berkualitas.

Belajar Menulis dari Ahlinya Agar Lebih Mudah

Memasuki bangku SMA, saya jatuh cinta ketika melihat sekretariat ekskul Karya Ilmiah dan Jurnalistik (KIJ) saat melakukan pendaftaran ke MAN 1 Cianjur, dan langsung berkata “Saya memilih ekskul ini” padahal saat itu saya belum tentu lulus masuk Mansa. Tapi, di KIJ, saya belajar banyak. Ketika sekolah, saya rajin memperhatikan pembina saat itu, Pak Lily Azies Saleh mengedit semua karya tulis yang masuk untuk dimasukan ke Majalah ISMA.

Semakin sering saya memperhatikan, semakin sadar masih banyak yang kurang dari tulisan saya. Walhasil, tiga tahun saya belajar di KIJ, saya bisa menjadi wartawan di cianjurtoday.com, esais di mojok.co, dan penulis di opini.id. Semua adalah jerih payah yang tidak sebentar dan butuh jatuh bangun.

Kesimpulannya, tips pandai menulis mudah selanjutnya adalah, ketika ingin menambah kualitas karya tulis, belajar dari ahlinya. Misalnya dari guru Bahasa Indonesia. Atau, ketika ingin menambah wawasan topik tulisan bisa bertanya pada guru sesuai mata pelajaran. Misalnya, ketika ingin menulis soal ekonomi, bisa bertanya pada guru ekonomi. Soal penulisannya bertanya pada guru Bahasa Indonesia. Dengan belajar langsung pada ahlinya, kita akan terus memperbaiki kesalahan. Gimana mudah, bukan? Kalau bilang tidak, berarti belum cinta terhadap dunia tulis menulis. Harus cinta, karena dalam setiap jenjang pendidikan, menulis adalah kemampuan paling unggul.

Setahun mengemban profesi sebagai jurnalis, penulis, dan esais, saya masih merasa kurang. Saya bertanya soal budaya literasi media pada wartawan senior, saya mengikuti webinar kepenulisan atau mengikuti karya-karya teman dengan hobi menulis seperti Dinar Nursyifa, Ketua KIJ saat saya menjabat Wakil Ketua saat itu. Ketika ingin memperdalam penulisan esai, saya membeli buku kompilasi esai. 

Kesimpulannya, jangan pernah merasa puas dengan pencapaian yang kita gapai. Masih jauh dari garis finis. Tetap merasa jadi amatir adalah cara yang pas agar kita tetap berkembang. Tetap mau belajar dan jangan merasa tinggi, suatu saat kita akan naik pada waktunya, dan jatuh pada waktunya. Jadi, sudah siap menulis?

Comments

Popular Posts