Tidak perlu lama-lama lagi, sesuai judulnya saya akan menjelaskan review saya ketika pakai kartu serba digital By.U untuk pertama kalinya. Sebab, selama ini memang saya lebih betah menggunakan Telkomsel daripada provider mana pun selain itu. Tapi, setelah saya membeli tablet Samsung Galaxy Tab S2 untuk keperluan pekerjaan dan kuliah, saya memutuskan membeli kartu perdana baru.

Sebelum masuk ke review kartu perdana dan paket By.U, alangkah baiknya saya jelaskan review saya soal aplikasinya yang tersedia di PlayStore. Seperti yang sudah disampaikan melalui iklan komersial By.U, semuanya serba digital, mulai dari pendaftaran akun, memilih nomor, pembayaran, serta metode penerimaan kartu.

Saya memilih untuk membeli kartu perdana dengan paket Rp50 ribu 12 GB kuota internet. Entah, mereka menyebutnya paket apa, tapi harga itu sangat murah dengan paket yang disediakan. 24 jam pula, tanpa dibagi-bagi waktu dan aplikasi. 

Setelah itu, saya didberi pilihan untuk pengambilan kartu perdana. Kita dieri pilihan untuk mengambilnya melalui gerai yang bekerja sama dengan By.U atau menunggu di rumah untuk dikirim oleh kurir. Saya lebih baik mengambilnya di Indomaret terdekat karena memang sekalian mau ngopi di kafe.

Oke, barulah kita sampai pada review sesungguhnya, memakai kartu By.U benar-benar hal baru bagi saya. Termasuk ketika melihat bungkusnya. Keren banget, tanpa ada nomor HP, di dalamnya ada tempat kartu SIM dan juga semacam alat untuk membuka tempat kartu SIM di HP. Warnta birunya juga asik.

Namun, hal yang paling unik adalah proses aktivasi kartu. Kita bisa terhubung ke aplikasi By.U tanpa memiliki kuota intnernet sama sekali. Seperti biasa, kita diminta untuk memasukan nomor NIK dan Kartu Keluarga. Kebetulan, di kafe saya tidak membawa KK, akhirnya meminta keluarga mengirim fotonya.

Kecepatan Internet By.U

Proses aktivasi kartu perdana By.U pun cukup mudah, review cukup bagus ketika pertama kali memakai provider serba digital tersebut. Bahkan, paket kuota yang dipesan ketika pertama kali mendaftar pun langsung aktif. Langsung bisa internetan.

Saya langsung memakai By.U untuk internetan melalui tablet saya. Mencoba browsing sambil mengelola blog ini. Atau membaca berita di koran digital dan lain sebagainya. Overall kekuatan dan kececpatan sinyal internetnya sangat baik dan bagus.

Namun, semuanya berubah saat saya pulang ke rumah. Kecepatan internet By.U di rumah saya tidak jauh beda dengan Telkomsel, karena pada dasarnya By.U menggunakan BTS milik Telkomsel, walau kita nggak bisa menyebutnya numpang. Atau mungkin emang numpang.


Mungkin kecepatan By.U akan sangat cepat di tempat-tempat tertentu seperti perkotaan. Saya perlu mencoba pakai By.U di tempat terpencil untuk melengkapi review ini. Tapi, By.U benar-benar inovatif dalam sejumlah hal.

Paket Internet

Hal yang paling membuat saya berkesan adalah paket yang ditawarkan oleh By.U. Mereka memiliki beragam paket internet dengan beragam harga. Termasuk paket unlimited tanpa FUP-nya yang kecepatan maksimalnya hanya sampai 1,5 Mbps.

Selain itu, mereka memiliki paket kuota topping untuk beberapa aplikasi. Kalau di Telkomsel, seperti kuota ketengan. Itu sangat membantu untuk jaga-jaga apabila kuota utama terkuras oleh salah satu aplikasi seperti Instagram, Twitter, dan sosial media lainnya.

Sementara, paket yang paling unik adalah kita bisa mengatur sendiri paket yag akan kita beli. Mau itu sehari, seminggu, dua minggu? Sampai satu bulan! Kita juga bisa memilih 1 GB, 8 GB, sampai 35 GB. Dengan harga maksimal cuma Rp150 ribu! Bayangkan!

Kita pun bisa melakukan pembayaran melalui berbagai cara. Bisa melalui berbagai dompet digital seperti Shoppee Pay, Dana, Ovo, Gopay, dan lain sebagainya. Bagi yang mager pun bisa melakukan pembayaran ke Alfamart dan Indomart.

Sehausnya tulisan ini bisa sangat cepat untuk diselesaikan. Tapi, ketika menulis ini, saya sambil menonton sebuah film berjudul The Call (2013) di TransTV dan itu sangat menegangkan, sesekali membuat saya sulit bernapas. Tapi, jadilah review jujur nan acak-acakan ketika pakai By.U untuk pertama kalinya.