Setiap orang perlu belajar menghargai seseorang dan sesuatu. Dengan begitu, kita akan bisa menghadapi dunia tanpa prasangka. Kadang, kita lupa bahwa kita tercipta menjadi seorang manusia. Merdeka, memiliki semua kemampuan dan tenaga untuk mewujudkan impian. Tapi, kadang kita lupa bahwa kita tercipta sebagai hamba.


Sangat perlu bagi kita untuk belajar menghargai seseorang. Seperti, memperlakukan teman dengan sewajarnya, memperlakukan bawahan dengan semestinya, juga sebaliknya, dan lain sebagainya. Hanya, predikat manusia seakan membutakan mata. Padahal, manusia sama seperti hewan, jika otaknya cuma diisi dengan cuan!


Menghargai seseorang berarti menghargai diri sendiri, kita perlu belajar untuk memahami bahwa manusia tidak bisa sendirian. Namun, kita juga perlu memahami bahwa manusia itu tidak sama. Perbedaan yang membawa kita untuk bisa saling mengingatkan, berbagi cerita dan pengalaman, berbagi rasa dan asa. Akan tetapi, terkadang semuanya salah kaprah.


Predikat manusia kerap membawa kediktatoran pada diri sendiri dan orang lain yang ada di sekitar kita. Padahal, hakikat manusia memang merdeka. Sekali lagi, kita hanya perlu belajar menghargai, bahwa segala hal yang ada di otak kita, tidak bisa menjadi milik sendiri. Egoisme, singkirkanlah itu sedikit.


Sebagai hamba, menghargai orang lain sama dengan menghargai takdir. Kita perlu belajar bahwa situasi, masalah, dan rintangan yang kita hadapi adalah takdir. Tapi, kita luput menghargainya dengan dallh memberatkan dan memilukan. Seberat apa memangnya? Dua tanganmu utuh, kakimu masih dua. Lihatlah orang yang tak sempurna di luar sana!


Manusia memang beda, tidak bisa disamakan. itulah mengapa belajar menghargai itu perlu. Jangan sampai predikat manusia membuat lupa bahwa kita adalah hamba. Jangan pula, predikat manusia membuat lupa bahwa kita adalah sementara. Tak ada yang abadi, tak ada yang terbaik. 


Berhentilah menuntut, cukup hargai. cukup berikan senyum terbaikmu pada dunia. Jadilah manusia yang bukan hewan, juga menghewankan. Hewan saja malah lebih memanusiakan, daripada manusia itu sendiri. Miris, bukan? Maka, mari belajar menghargai. Tidak sulit, asalkan mau.