Ada yang tahu bagaimana cinta bisa masuk ke dalam hati? Apakah cinta mengikuti perkembangan zaman dan teknologi? Atau cinta sebenarnya tidak ada dan semua hanyalah perasaan simpati dan empati semata? Pertanyaan itu muncul di pikiran ini, selama satu setengah bulan belakangan.

Sederhana tapi rumit untuk dijawab. Setiap orang memiliki pandangannya masing-masing mengenai hal ini. Tapi tidak semua bisa memberikan jawaban yang masuk akal. Ata memang cinta itu tidak masuk akal? Tidak ada yang tahu.

Kita mengenal tentang sebuah perkenalan antarmanusia. Tapi dulu tidak ada sosial media, tidak ada internet, dan meskipun bisa berkomunikasi jarak jauh, hanya bisa mendengarkan suara. Dan ketika ada hubungan istimewa antarmanusia kita bisa menyebutnya rasa cinta. Bagaimana perasaan itu bisa masuk ke dalam hati saat itu? Saling bertatap muka kah? Saling menyapa kah?  Membe memberi perhatian kah? Tidak ada yang tahu.

Beberapa tahun belakangan internet mendominasi dan mengubah budaya serta kebiasaan manusia di dunia ini. Manusia dari belahan dunia manapun bisa saling mengenal dan berinteraksi, bisa saling bertatap muka melalui media layar, mendengarkan suaranya, melihat wajahnya, dan memperhatikan semua anggota tubuhnya walaupun jarak dan waktu antarmanusia itu berbeda.

Bukan hanya soal komunikasi antar manusia, tapi juga dalam menemukan pasangan hidup, teknologi merubah segalanya. Mungkin kita mengenal biro jodoh online. Biro jodoh online bisa langsung dari aplikasinya itu sendiri atau melalui sosial media yang sekarang kini kian banyak dan kian berkembang pesat.

Lantas bagaimana perasaan cinta bisa masuk ke dalam hati melalui teknologi seperti ini? Atau sebenarnya kita hanya dibohongi oleh ilusi pikiran kita sendiri mengenai perasaan ini yang sebenarnya cinta itu tidak ada? Dan yang ada hanya rasa simpati dan empati antar manusia? Tidak ada yang tahu.

Tapi jika kita berselancar Di Twitter kita bisa menemukan beberapa orang yang berhasil menemukan jodohnya melalui teknologi mungkin prosesnya saja yang berbeda tapi perasaan itu bisa masuk melalui proses itu. Proses yang bisa menegakkan antarmanusia berbagi cerita memberi simpati dan empati terhadap sesama.

Semua hanyalah spekulasi saja. Hampir tidak ada yang tahu bagaimana perasaan cinta bisa masuk ke dalam hati manusia. Bagiku cinta bukan hanya sekadar melihat wajah, bertemu, dan bertatap mata. Cinta muncul karena anugerah, melalui proses yang rumit dan tidak memiliki ilmu pasti, dan langsung mengisi semua sudut dalam hati. Dalam kasus ini bisa saja dua insan, hanya satu yang menerima anugerah itu dan satunya lagi tidak ada yang tahu. Itu menyakitkan.

Tidak ada yang tahu, bahkan diri kita sekali pun. Perasaan ini membunuh jiwa.