Bermain game saat ini sudah menjadi gaya hidup anak muda yang ngetrend banget. Bahkan, game kini bisa dimainkan secara multi-player melalui jaringan internet tanpa harus satu ruangan. Tentunya hal itu adalah revolusi besar dari trend gaming di dunia ini. 

Tapi, anak zaman now pasti akan mulai lupa dengan rental PS, tempat dimana semua anak-anak menghabiskan waktu untuk bermain game bersama-sama dalam satu ruangan. Namun, dalam satu game biasanya hanya dibatasi sampai dua pemain. Karena dulu, konsol PS1 dan PS2 hanya bisa bermain dua orang, kecuali mempunyai port tambahan. 

Berbeda dengan game online, bermain di rental PS memiliki kesan tersendiri bagi para gamers zaman dulu. Bukan cuma karena gamenya yang menantang, tapi ada tantangan lain yang harus dihadapi yaitu kehidupan sosial antar gamers. Karena di rental PS kita pasti berinteraksi secara langsung tanpa dihalangi layar, tanpa terbatas jaringan. 

Bisa dikatakan, rental PS adalah tempat berbagi empati dan simpati. Faktornya adalah interaksi antar pemain secara langsung tanpa perantara apapun. Selain itu, biasanya bermain di rental PS lebih tertata dari segi waktu, karena kita dibatasi oleh paket bermain, kecuali kita memiliki PS sendiri. 

Ketika bermain game, ada kalanya kita bosan main sendiri, otomatis pasti akan mengajak teman-teman lain untuk bermain bersama. Hal ini adalah gerbang empati dari bermain PS. Jika kita masih ingat, ketika bermain game sepakbola, kita bisa mengajak lebih dari dua teman untuk bermain. Untuk menyewa PS, teman-teman kita bisa saling patungan dan akhirnya bisa bermain lebih lama. 

Tidak hanya itu, rasa empati di rental PS kadang muncul ketika ada bocil yang cuma duduk manis sambil menonton mereka yang punya duit untuk menyewa PS. Ada kalanya para pemain itu mengajak bocil-bocil itu untuk bermain, hanya sekadar menghabiskan sisa waktu yang ada. 

Selain mengajak anak kecil yang tidak bisa main, ada juga orang baik hati yang memberikan sisa waktunya kepada para bocil itu untuk bermain, walaupun cuma lima menit! Itu adalah bentuk empati yang sangat hidup di rental PS, dan akan sulit kita temukan ketika bermain game online. 

Di balik itu semua, ada tantangan lain ketika bermain di rental PS. Bagi pemain senior pasti pernah mengalami digebukin emak pake sapu atau sampai dilempar pakai sandal swallow karena terlalu betah di rental PS. Itu adalah tantangan yang sangat luar biasa, selain harus mengalahkan musuh-musuh yang ada di game. 

Selain itu, game yang ada di rental PS biasanya cukup ikonik. Di zaman PS1 Crash Bandicoot, CTR, Team Buddies, atau bahkan Winning Eleven yang suara komentatornya cukup terkenang dari masa ke masa ketika meneriakan "Shuutoo!" 

Di zaman PS2 ada God Of War, GTA San Andreas dengan segala kegoblokan di dalamnya, Bully, dan pastinya Winning Eleven yang selalu menjadi primadona para pemain game saat itu. Ada juga game Guitar Hero yang seru dimainkan berdua. Juga, game terlarang seperti Playboy The Mansion dan 7 Sin. 

Kenapa saya tidak menyebutkan PS3? Karena era PS3 sudah mulai menggunakan jaringan internet untuk bermain game atau bahkan menyimpan sisa permainan. Kalau dulu, kita harus beli memory card untuk menyimpan data kita. 

Rasa simpati pun bisa tercipta di rental PS. Bukan cuma bagi-bagi Teh Gelas dan Kopikap, tapi saling mendukung ketika teman kita sedang bermain. Dukungan itu adalah rasa simpati yang jarang dilihat di game online yang kebanyakan malah saling menghina. 

Becandaan-becandaan ringan di rental PS adalah yang terbaik, tak ada unsur SARA atau menghina fisik. Paling-paling ngatain temen pakai nama bapaknya. Hihihihi. 

Rasa simpati juga muncul ketika salah satu teman kita tidak berada di rental PS. Pasti ada teman lain yang akan datang berkunjung ke rumah untuk mengajak kita bermain. Kadang, ketika tidak punya uang untuk patungan pun akan tetap diajak. Hal itu bisa terjadi di game online, ketika mau mabar biasanya ada yang minta tethering. 

Rasa empati dan simpati antar pemain game itu kini sudah sulit ditemukan. Padahal hal-hal seperti itu yang dapat menguatkan kekeluargaan dan persahabatan antar gamers. Pengaturan waktu pun saat ini sudah jarang diperhatikan, ketika sudah mabar, pasti lupa waktu, lupa makan, lupa minum, lupa hidup, lupa juga buat mandi!

Baca Juga: