Ketergantungan manusia kepada Internet ternyata sudah merambah ke dunia romantisme dan perjodohan. Walaupun banyak aplikasi kencan online, tapi sosial media tetap menjadi primadona buat para jomblo yang sedang mencari cinta. Anjay! 

Dulu mencari pacar atau gebetan itu dimulai dari sekolah atau tempat kerja. Semuanya membutuhkan proses yang sangat lama dengan birokrasi yang lebih ribet daripada pemerintahan Indonesia. Mulai dari berkenalan, surat menyurat, sampai SMS-an. 

Saat SMA, saya punya gebetan yang saat ini sudah meninggal, saking susahnya buat dapat Pin BBM doi, saya hanya diizinkan untuk mengirim e-mail selama seminggu sekali. Gila nggak, sih? Padahal dia sama saya itu satu sekolah dan satu ekskul. 

Pada dasarnya memang ada beberapa perempuan yang sulit untuk dimintai kontak dan kita harus membutuhkan tenaga ekstra untuk itu. Namun, hal itu berubah setelah sosial media menyerang muncul. Semuanya mulai dipermudah. 

Kalau dulu kita selalu memakai Facebook sebagai sosial media utama untuk berteman dan berinteraksi. Sebab, kemudahaanya dan memang belum ada sosial media yang setenar Facebook. Alhasil, sosial media ini dengan mudah menjadi primadona masyarakat.

Mungkin kita pernah melihat postingan yang isinya adalah ucapan terima kasih karena telah dipertemukan di Facebook dan akhirnya menikah. Hal itu menjadi bukti bahwa Facebook pun dapat menjadi sarana mencari jodoh yang ampuh dan nggak bikin sulit. 

Namun, beberapa tahun setelahnya, marak penipuan dan penculikan di Facebook. Dengan modus PDKT dan ngajak ketemu, banyak korban yang terjebak dengan tipuan-tipuan tersebut. Akhirnya, masyarakat kini takut untuk mencari jodoh atau bertemu dengan orang yang baru dikenal di Facebook. 

Beberapa tahun belakangan, Twitter kembali naik daun setelah banyak ditinggalkan oleh penggunanya. Bahkan memiliki perubahan yang sangat signifikan sehingga banyak menarik minat pengguna-pengguna baru untuk beralih ke Twitter. 

Hampir sama dengan Facebook, kita pasti pernah melihat tweet thread yang isinya adalah ucapan terima kasih dari dua sejoli yang bertemu di sosial media dengan ikon burung berwarna biru tersebut. 

Hanya, ada beberapa perbedaan ketika mencari pacar di Twitter. Mengingat, banyak akun yang menggunakan nama samaan atau nama-nama yang aneh. Selain itu, banyak bahasan yang nyeleneh dan unik di Twitter. 

Suatu ketika, saya pun sempat menerima notifikasi di Twitter saya, ada satu akun perempuan yang me-follow saya. Dia pun mengirim pesan untuk meminta follback ke saya. Dari percakapan itu pun menjadi terus-terusan. Saya malah kepincut sama dia. Hahahaha. 

Jadinya, kita sepakat untuk berkomunikasi melalui WA. Dan, ternyata dia satu domisili dengan saya. Dia pun adalah pembaca karya saya di media online Cianjur Today. Kebetulan yang hebat. 

Tidak hanya itu, saya pun sempat berkomunikasi dengan beberapa perempuan di Twitter. Dan, memang pengguna perempuan di Twitter, selain cantik-cantik, tapi ramah-ramah juga. Asal jangan buak yang nggak-nggak aja. Wkwkwk. 

Berbeda dengan Facebook, yang kini banyak penggunanya yang mulai hati-hati ketika berkomunikasi dengan teman baru. Tidak jarang laki-laki pengguna Facebook terlalu agresif ketika berkenalan dengan perempuan. Hal itu yang membuat PDKT tidak lancar. 

Di Twitter percakapan bercanda pun bisa sangat cair antara kedua pengguna. Walau ada becandaan yang terkesan keterlaluan, pengguna Twitter biasanya nggak baperan seperti pengguna Facebook. 

Jadi, menurut saya mencari pacar di Twitter lebih mudah daripada di Facebook. Untuk saat ini. Tapi, walaupun mudah, tetap saja para penggunanya harus tetap hati-hati karena tidak jarang kejahatan cyber muncul di Twitter. Walaupun jarang mencuat ke permukaan.

Maka dari itu, selain agar tidak mendapat zonk saat mencari jodoh di sosial media, kita tetap harus bijak dalam menggunakannya. Mengingat, sosial media kini mulai menjadi senjata bagi penguasa untuk mempidanakan seseorang dengan UU ITE. 

Jangan sampai perjuanganmu mencari calon pacar atau istri malah menjadi petaka. Jangan lupa juga untuk memastikan akun yang berinteraksi denganmu itu real. Banyak akun fake atau palsu yang malah memanfaatkan itu semua sebagai modus kejahatan baru. Awas kena zonk juga, inginnya dapet cewek cantik, malah cowok cantik. Hihihihi.

Baca saya yang lain: