Nyobain Cappuccino Kopi Kabut Sevillage

Nyobain Cappuccino Kopi Kabut Sevillage

Kemarin, saya bersama teman-teman Karang Taruna berkunjung ke Kopi Kabut Sevillage Ciloto. Karena kami datang Maghrib, jadi hanya tempat itu yang buka di Sevillage.

Sore itu hujan rintik-rintik masih membasahi lokasi. Sebelum menyusul teman-teman ke Kopi Kabut, saya sempatkan diri mengobrol dengan Pak Adi, manajer Sevillage. Sudah lama tidak bertemu dengannya.

Barulah, selepas itu saya menyusul teman-teman. Di sela-sela sambil ngobrol, seperti biasa saya memperhatikan berbagai detil yang ada di kedai kopi yang satu ini. Dan, yang sangat saya sayangkan adalah tidak disediakan tisu. Lalu, tidak disediakan asbak juga.

Teman-teman saya bahkan membuang puntung rokok ke lantai yang terbuat dari kayu itu. Duh, saya sedikit miris melihatnya. Seharusnya disediakan tisu dan asbak di setiap meja.

Kami pun memesan kopi dan beberapa makanan. Awalnya saya mau memesan Vietnam Drip dan Indomie Goreng. Sayangnya, kedua menu itu sedang kosong.

Lalu, saya merubah menu. Saya memesan Cappuccino dan kebab ayam. Harga Cappuccino di sini adalah Rp20 ribu. Sementara, harga kebab adalah Rp25 ribu. Harga ini sangat konglomerat. Dan, ekspektasi saya, rasa dari kedua menu itu akan luar biasa.

Baca Juga: Nyobain Kopi Janji Jiwa Terdekat di Cianjur

Baca Juga: Indomie Adalah Aset Penyelamat Bangsa 

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya dua menu yang saya pesan tiba. Cappuccino yang disediakan di sini tanpa gula sama sekali. Dan, saya diberi dua sachet gula tebu merk Gulaku. Dua sachet gula itu sudah sangat pas. Ketika di masukkan keduanya.

Lalu, saya coba Cappuccino khas Kopi Kabut Sevillage ini. Dan, rasanya biasa saja. Malah, lebih enak Es Kopi Kulo atua Es Kopi Susu Foyu Coffee. Rasanya terlalu me rakyat untuk harga yang konglomerat.

Kebabnya? Hanya ada beberapa potong kebab dengan French-fries, lalaban, saus dan mayonnaise. Harganya tidak sesuai dengan kuantitas. Walau, mungkin di beberapa kota, itu sangat pas.

Soal rasa, masih lebih enak kebab di Jalan Siti Jenab, Cianjur. Dengan harga Rp15 ribu, saya bisa kenyang dengan rasa yang kaya. Dan, ini lagi-lagi rasanya merakyat. Tapi, harganya konglomerat.

Baca Juga: Memboikot Prancis Adalah Perlawanan Umat Islam

Saya sedikit kecewa walau akhirnya saya habiskan karena lapar. Kopinya, saya habiskan juga, sayang harganya mahal soalnya.

Saya tidak memesan apa-apa lagi. Bagi saya, Kopi Kabut Sevillage hanya menang di suasana. Dengan pemandangan alam yang luar biasa tentu bisa menjadi daya tarik tersendiri. Tapi, kalau soal menu. Kayaknya saya akan jarang kembali lagi ke sini.

Kesimpulannya, Kopi Kabut Sevillage ini punya menu yang asik. Tapi, rasanya merakyat dan harganya konglomerat. Kalau mau ke sini harus siapin duit yang cukup besar. Terus, pemandangannya bagus. Itu aja. Terima kasih.