Jadi Penulis di Cianjur Itu Susah!

Jadi Penulis di Cianjur Itu Susah!

Kamu tinggal di Cianjur dan pengen jadi penulis? Waduh, saya rasa kamu akan merasakan rintangan yang cukup berat dan membuat kamu pengen segera pindah dari kota santri. Tapi, jangan khawatir, kita sama kok. Hahaha. 

Profesi menjadi penulis adalah salah satu impian banyak orang, sebagai warga Cianjur saya pun ingin menjadi penulis walau sedikit-sedikit mewujudkannya. Tapi, ada beberapa kesulitan ketika akan merealisasikan cita-cita saya menjadi penulis di Cianjur ini. 

Tantangan Indeks Pembangunan Manusia yang rendah di Cianjur harus diperhatikan seorang penulis. Biasanya, IPM yang rendah akan menghasilkan pembaca yang rendah pula. Saya yakin, warga Cianjur yang baca tulisan saya ini lebih senang membaca sekilas daripada membaca utuh. Hahaha, becanda… tapi serius. 

Saya sudah senang menulis sejak duduk di bangku SMP Negeri 5 Cianjur sekitar tahun 2013-2016. Ketebak pasti umur saya berapa, nggak tua-tua amat kok. Masih unyu

Saya menulis berita satu berita sehari dan nge-print di warnet dengan biaya Rp500 per lembar. Berita yang saya tulis adalah isu-isu pendidikan dan isu-isu yang ada di sekolah. Saya selalu wawancara dengan siswa dan murid. Setelah jadi, saya tempel berita itu di mading. 

Setelah beberapa tahun berlalu, mading di sekolah saya sudah cukup bagus. Dulu mana ada, nggak ada! Saya harap banyak penulis muda yang berkarya lewat mading di SMPN 5 Cianjur. 

Beranjak ke SMA, saya menulis di Majalah ISMA milik MAN 1 Cianjur. Saya pun sempat masuk ke rubrik Ekspresi dari Cianjur Ekspres sebagai penulis. Dan, dari sini saya baru paham kalau Cianjur tidak ramah terhadap penulis. 

Loh, kok gitu? Pasalnya, teman-teman SMA saya terkadang tidak suka membaca. Bahkan, setelah Majalah ISMA ada di tangannya, mereka malah menyimpannya di kolong meja atau dimasukkan ke dalam tas. Lalu, disimpan di rumah sampai berdebu. Sakit hati saya melihatnya. Hiks! 

Pernah pada suatu ketika, saya menulis sangat banyak topik termasuk berita. Sebagai orang Cianjur yang bercinta-cita menjadi penulis sudah sewajarnya saya banyak menulis. Tapi, saat itu a salah satu siswa SMA yang merobek Majalah ISMA menjadi dua. Kabarnya ia tidak suka ada wajah saya terus terpampang di majalah. 

Sakit hati! Sumpah dua kelinci! Pembina saya yang kini menjadi dewan penasihat di Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Cianjur, Pak Liliy pun demikian sakitnya. Saya melihat matanya berkaca-kaca kala itu. Waduh! Saya harap ini tidak terulang lagi. 

Sulitnya Menjadi Penulis dan Wartawan di Cianjur

Selepas SMA, saya menjadi wartawan dan penulis di salah satu media online, Cianjur Today. Saya pun mendapatkan tantangan yang lebih besar lagi saat menjadi penulis dan wartawan Cianjur di dunia nyata seperti ini. 

Mulai dari jam terbang yang tinggi, berita yang berat-berat sampai puluhan ton! Sampai didatangi Satpol PP karena berita saya yang mengundang kontroversi. Hahaha. Tapi saya menikmati itu semua. 

Tapi, tantangan yang paling berat ketika menjadi penulis dan wartawan di Cianjur adalah minat bacanya yang super, super, super rendah! Pantas Cianjur susah maju, pada nggak mau baca soalnya! Maunya nongkrong ngabisin duit, rebahan, tapi pengen kaya! Anjim! 

Saya tidak bermaksud menghina kota kelahiran saya sendiri. Tapi, kenyataannya seperti itu, walau memang banyak juga yang pintar dan cerdas. Tapi perbandingannya banyak mana? Haduh, saya jadi serba salah! 

Saya memilih untuk tetap menjadi penulis di Cianjur karena saya memiliki cita-cita lain yaitu membuat kota santri ini ramah penulis. Saya ingin ada banyak penulis muda yang aktif di Cianjur. Ada beberapa yang punya passion menulis, tinggal bagaimana mereka membuat atau mencari wadah yang tepat. 

Jangan sampai Cianjur ini punya perbandingan yang tidak seimbang, punya banyak penulis tapi yang bacanya nol besar. Saya pengen nangis membahas ginian. Hahaha, lebay, anjim! 

Usaha saya menjadikan Cianjur ramah penulis ini murni dari hati. Saya bekerja menjadi penulis dan wartawan bukan untuk kaya, tapi untuk hidup. Passion saya menulis, tapi bisa juga sambil beruwirausaha kan? Duit mah gampang atuh neangan na oge, tong riweuh! 

Saya harap banyak penulis asli Cianjur yang terus berkarya. Gunakan media digital yang ada, gunakan sosial media yang ada. Pelajari strategi marketing konten yang tepat, karena kalau tidak ada strategi, pasti kalah dengan konten video Gisel, Jessica Iskandar, atau Anya Geraldine.


Baca artikel menarik lainnya:
Cara Melatih Berbicara Dengan Lancar dan Jago Public Speaking
Cara Mengetahui Bakat Sendiri Secara Alami
Video Gisel Full Adalah Obat Perseteruan Orang Indonesia
Fungsi Sosial Media Saat Ini, Nggak Cuma Buat Pamer!

Comments

Popular Posts