Angkot di Cianjur Kadang Bikin Naik Darah

Judul yang kalian baca ini bukan fiktif, angkot di Cianjur kadang membuat naik darah dengan beberapa alasan dan faktor. Baik ketika menjadi penumpang atau warga biasa yang berlalu lintas. 

Saya sudah naik angkot sejak duduk di bangku SMA, tapi berhenti saat kelas 11 karena telah memiliki motor. Saat SD dan SMP, saya nggak naik angkot karena jarak rumah dan sekolah itu sangat dekat. Padahal saat itu belum ada sistem zonasi

Angkot di Cianjur Itu dikenal dengan lambat. Tapi, beberapa orang menyebut naik angkutan umum itu lebih cepat. Sepertinya, hal itu hanya berlaku untuk beberapa angkot di Cianjur. Nggak semuanya. 

Kadang, ada sopir yang menjalankan angkot dengan kecepatan di bawah 20 kilometer per jam. Atau bahkan di beberapa situasi kecepatannya di bawah itu. Bagaimana itu bisa dikatakan cepat? 

Selain itu, kadang-kadang angkot itu punya waktu ngetem yang nggak masuk akal dan nggak punya akhlak. Bayangkan, saya pernah naik angkot yang ngetem dengan menunggu sekitar 45 menit! Hampir satu jam! Bagaimana itu bisa dikatakan cepat? 

Baca Juga: Menghargai Waktu Artinya Menghargai Hidup

Selain ketika menjadi penumpang, angkot di Cianjur kadang bikin naik darah ketika kita menjadi warga yang berlalu lintas. Mungkin bagi beberapa orang ini biasa, tapi bagi saya ini sangat mengganggu. 

Kalau kalian pernah bertemu dengan angkot tanpa lampu yang berfungsi di jalanan ketika berkendara, maka akan merasakan hal yang bikin kesel. Saya pernah hampir kecelakaan ketika angkot di depan saya berhenti mendadak tanpa lampu rem. Itu sangat membahayakan sekali! 

Saat itu saya masih kelas 11 SMA, dan sempat mengumpat pada si sopir. Hahaha. Memang itu pantas buat dia. 

Selain suka berhenti mendadak, angkot juga sering menepi mendadak. Bagaimana ini bisa mengganggu? Bayangkan, ketika angkot tengah melaju dan berdekatan dengan garis jalan, karena tidak bisa menyalip dari kanan, maka dari kiri. Tapi, saat itu angkot yang berada di tengah itu malah menepi ke kiri dengan tiba-tiba. Bikin kesel!!!! 

Selain itu, ada juga angkot yang menaikan atau bahkan menurunkan penumpang di lampu lalu lintas. Sah saja ketika lampu sedang merah. Tapi kalau lagi hijau? Ketika kita mau maju, tapi ada angkot ngehalangin sampai lampu jadi merah lagi, bikin emosi banget. 

Angkot di Cianjur Perlu Solusi

Tapi, dari berbagai hal dari angkot di Cianjur yang kadang bikin naik darah, masalah infrastruktur menjadi faktor dari masalah-masalah tersebut. 

Agar bisa menangani hal ini, pemerintah bisa membuat tempat ngetem yang nyaman buat angkot dan strategis buat masyarakat. Hal ini memungkinkan angkot tidak mengganggu lalu lintas dan masyarakat tidak usah jauh-jauh untuk mendapatkan angkutan umum. 

Banyak angkot yang melaju dengan kecepatan rendah dikarenakan untuk menghemat bensin. Nah, hal ini harus disadari juga oleh kita semua. Tapi, ketika minat masyarakat untuk naik angkutan umum, sopir nggak harus hemat bensin juga kan? 

Jadi, membangkitkan minat masyarakat untuk naik angkutan umum juga penting. Selain baik untuk efisiensi lingkungan, juga untuk kelangsungan hidup masyarakat menengah ke bawah yang banyak yang berprofesi sebagai sopir angkot. 

Baca Juga: Video Gisel Full Adalah Obat Perseteruan Orang Indonesia

Selain itu, kelayakan angkot juga harus diperhatikan. Mulai dari rem, lampu sen, lampu ren, dan lain sebagainya. Memang ini membutuhkan biaya, tapi harga nyawa nggak sebanding dengan harga lampu sen, bro! 

Selain mobil, sopirnya pun harus kredibel. Banyak sopir yang nggak punya SIM, bahkan di bawah umur. Pelayanan untuk masyarakat menengah ke bawah yang berprofesi sebagai sopir juga penting. 

Walaupun kita tahu sendiri, pungli saat membuat SIM ada di mana-mana? Mulai orang kantin, petugas loket, satpam, pedagang asongan, tukang parkir, dan lain sebagainya. Terima kasih!