Alasan Media di Cianjur Kurang Maju

Alasan Media di Cianjur Kurang Maju
Aksi Solidaritas PWI Cianjur Atas Kekerasan Terhadap Wartawan


Sudah menjadi rahasia umum bahwa industri media di Cianjur tidak terlalu maju atau bagus. Hal ini tidak cuma diakibatkan faktor manajemen perusahaan saja. Banyak faktor-faktor lain yang memengaruhinya.

Setelah setahun lebih saya berada di industri media Cianjur Today, saya ikut mengamati bagaimana perkembangan bisnis media di kota santri ini. Khususnya dalam industri kreatif dan bisnis periklanan. 

Sebagai mahasiswa yang berkuliah di jurusan manajemen bisnis, tentunya saya perlu mengamati hal ini untuk menciptakan atau memperbaiki ekonomi Cianjur yang sudah semrawut ini. 

Baca Juga:
Avocatto Kopi Kulo Cianjur, Mantap!
E-book, Alternatif Buat Kutu Buku
Nyobain Cappuccino Kopi Kabut Sevillage

Masyarakat Cianjur Kurang Suka Berita

Alasan ini tidak ditujukan untuk semua masyarakat Cianjur, tapi kebanyakan yang saya temui adalah orang-orang yang tidak membaca berita tapi nyinyir terhadap judul dan topik berita yang disajikan. 

Di era modern, etalase media cetak, tv, dan online ada di media sosial. Setiap saya melihat media sosial Cianjur Today, selalu ada orang yang nyinyir soal topik berita. Atau bahkan judulnya. 

Contoh, masyarakat Cianjur ketika disajikan berita soal Covid-19 itu malah marah. Bahkan sampai ada yang berani mengatakan bahwa Covid-19 hanya bisnis pemerintah. 

Lalu, ketika membuat sebuah berita hiburan tentang artis. Mereka nyinyir bahwa berita itu tidak berfaedah dan tidak penting untuk dibaca. 

Terakhir, ketika disajikan berita umum yang cukup informatif, tidak ada interaksi sama sekali dari warganet. Serius, di sini saya sangat bingung. 

Ketika melihat statistik, berita hiburan, berita Covid-19, dan berita receh lainnya malah lebih sering dibaca daripada berita informatif. 

Lalu, ketika saya melihat interaksi di Facebook, warganet hanya nyinyir di kolom komentar tapi tidak membuka Link berita yang dibagikan. Pusing saya. 

Kurang Melek Media

Alasan lainnya tentang kenapa media di Cianjur kurang maju adalah orang-orangnya tidak melek media. Maksudnya, orang-orang Cianjur tidak paham tentang fungsi media itu untuk apa. 

Pebisnis seharusnya melek media, bisa memanfaatkan media untuk menarik pangsa pasar. Bahkan, menarik konsumen baru. 

Pelaku UMKM, harusnya bisa memanfaatkan promo iklan murah agar bisa lebih dikenal oleh orang banyak. Media lah yang menjadi penyalurnya. 

Masyarakat, harusnya mau diajak wawancara oleh wartawan. Karena media adalah penyambung lidah rakyat dan pemerintah. Ini, nyinyir di sosmed udah kayak paling jago, giliran di wawancara cuma cengar-cengir. 

Politikus, harusnya bisa memanfaatkan media untuk menarik suara. Bekerja sama dengan media dalam kampanye. Itu sah, loh! Sah! 

Pejabat harusnya yang lebih masif berkomunikasi dengan media. Bagaimana program bisa tersampaika kalau tidak mau berkomunikasi dengan penyambung lidah rakyat? 

Kurang Wartawan yang Berkompeten

Beberapa waktu yang akan datang, saya akan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan, karena saya ingin menjadi wartawan yang berkompeten. 

Senior-senior saya termasuk Ketua PWI Cianjur, Pak Ihsan selalu menyebut bahwa Cianjur saat ini sedang krisis wartawan. Saya langsung berpikir ke kompetensi wartawan. 

Banyak wartawan di Cianjur yang malah mengorbankan idealisme demi duit. Dan, saya tidak munafik, saya pernah melakukannya. Semua pernah melakukannya. 

Atau bahkan mengatasnamakan idealisme demi menghancurkan idealisme lain agar dapat keuntungan lebih besar. Itu lebih parah. 

Kesejahteraan Wartawan Buruk

Bagaimana wartawan bisa bekerja dengan baik kalau kesejateraannya jauh di bawah standar? Tapi, ada saja yang begitu tabah dan sukarela demi mencerdaskan bangsa. 

Jika kesejahteraan wartawan sudah baik, maka bukan tidak mungkin industri media di Cianjur juga akan sangat maju.

Aliansi Jurnalis Independen selalu membahas soal standar gaji wartawan setiap tahunnya. Tapi, sampai saat ini masih saja tidak ada yang terealisasi. Khususnya media lokal. 

Nah itulah, alasan mengapa media di Cianjur kurang maju menurut saya. Dan, sampai sekarang saya masih betah menjadi seorang wartawan, karena ini memang cita-cita saya sejak sekolah

Maka dari itu, saya sangat berharap industri media di Cianjur bisa bangkit. Seiring investasi yang bertambah, seiring banyaknya UMKM, seiring meningkatnya IPM dan ekonomi masyarakat. 

Cianjur harus bangun, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil. Tidak usah terlalu berambisi, karena kita semua punya kesempatan yang sama.


Comments

Popular Posts