Ucapan Jhonny G Plate di acara Mata Najwa beberapa waktu lalu langsung menampar telinga saya. Jujur, ucapan beliau itu lebih sakit daripada ucapan "kamu terlalu baik buat aku."

Pada hari Rabu lalu, Mata Najwa digemparkan dengan ucapan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI, Johhny G Plate soal hoax Omnibus Law. Sebenarnya saya juga belum mengerti yang dimaksud hoax oleh pemerintah itu yang mana, dan mana yang benar-benar valid. 

"Kalau pemerintah bilang hoax, ya hoax,"

Dari kalimat itu, saya langsung berpikir bahwa itu adalah ucapan paling otoriter yang pernah saya dengar. Seolah memaksa masyarakat untuk satu suara tanpa alasan kepada pemerintah. 

Maunya Pak Johhny ini apa sebenarnya? Kalau memang ada hoax dari tuntutan pendemo, seharusnya melampirkan bukti, dong. Kalimat tersebut seolah memaksa masyarakat untuk tidak kritis dan cerdas menyikapi kebijakan pemerintah. 

Baca Juga: Mengakali Seks Bebas Anak Muda Zaman Sekarang

Dampak dari hal tersebut tentunya sangat parah. Menurut saya, masyarakat yang dibungkam, sama saja seperti Korea Utara. Dan, paham Korea Utara itu adalah? Anda jawab sendiri saja. 

Masyarakat punya hak untuk berpendapat. Jika, pendapatnya salah maka pemerintah meluruskan. Tapi, jika mencoba meluruskan dengan hal yang gaib dan tak tentu, malah semakin membuat emosi. 

Sejak awal ada unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja, pemerintah selalu mengatakan ada disinformasi dari tuntuntan masyarakat. Kalau begitu dari pemerintahnya juga ada disinformasi, karena sumber informasi dari kebijakan yang ada adalah pemerintah. Anjay! 

Seharusnya, pemerintah mencoba untuk memberikan bukti yang valid, seperti memperlihatkan draft UU Cipta Kerja-nya. Sampai saat ini, kan draft-nya masih simpang siur, mana yang benar, mana yang hoax.

Coba, pemerintah berikan kepastian kepada masyarakat tentang hal ini. Berikan masyarakat kepastian. Sudah kehilangan kepastian gebetan, masa harus kehilangan kepastian pemerintah? 

Baca Juga: Kuliah Sambil Kerja Rasanya Seperti Anda Menjadi Iron Man

Ucapan Johhny G Plate di Mata Najwa waktu itu sangat saya sesalkan. Itu bisa berubah penafsiran. "Kalau kata pemerintah benar ya benar. Kalau salah ya salah." 

Atau, "Kalau kata pemerintah tunduk ya tunduk!" 

Tapi, mohon masyarakat jangan terprovokasi. Langsung saja datangi pemerintahnya untuk mencari kepastian. Tembak dengan pertanyaan yang masih belum terjawab. 

Sebenarnya pemerintah itu nutupin apa, sih?