Berbicara ekonomi kreatif, pasti akan berhubungan dengan anak muda yang penuh ambisi dan mimpi. Tapi, sepertinya hal itu akan sulit direalisasikan di Kabupaten Cianjur. Perlu diingat, sulit bukan berarti tidak bisa.

Ekonomi kreatif sangat berpengaruh di beberapa daerah. Bahkan, beberapa pencetusnya adalah anak muda yang penuh semangat yang revolusioner dan inovatif. Dengan ekonomi kreatif, perkembangan IPM dan perputaran ekonomi di suatu daerah bisa sangat maju.

Kita sebut saja Facebook, Gojek, dan Kaskus. Facebook diciptakan oleh seorang pemuda bernama Marc Zuckerberg, Gojek diciptakan oleh pemuda Indonesia yang kini menjadi menteri pendidikan, Nadiem Makarim. Sementara Kaskus, adalah forum yang keren dari pemuda bernama Andrew Darwis.

Mereka adalah salah seorang pencetus ekonomi kreatif yang cukup besar. Dengan memanfaatkan teknologi, konten bisa menjadi hak yang menunjang ekonomi. Tentunya, kreatifitas dan kecerdasan lebih diunggulkan dalam hal ini.

Mengapa Ekonomi Kreatif Sulit Berkembang di Cianjur?


Dari yang saya lihat, pemuda Cianjur itu banyak yang kreatif. Tapi, sulit menembus arus yang terlalu kuat dari pemuda di daerah lain. Kebanyakan dari pemuda Cianjur tidak memiliki konsep konten yang mampu menunjang.

Jika kita lihat, pemuda Cianjur belum mengenal ilmu Search Engine Optimization atau SEO. Ilmu itu yang sebenarnya digunakan dalam ekonomi kreatif terutama di era internet seperti sekarang ini.

Ilmu SEO seperti sebuah riset pasar dalam perdagangan. Ketika kita ingin membuat sebuah produk, kita harus melakukan riset agar produk kita laku di pasaran. Itulah, konsep dari Ilmu SEO.

Saya rasa kalau soal konten dan kreatifitas, putra-putri Cianjur bisa bersaing. Tapi, dalam riset pasar digital, masih sangat jauh tertinggal. Seriusan.


Saya bisa mempelajari Ilmu SEO dan perkembangannya ketika saya bekerja sebagai wartawan di Cianjur Today. Dari situ saya mengembangkan ilmu SEO dari berbagai sumber dan ternyata susah-susah gampang.

Dampaknya, berita dan artikel Cianjur Today yang saya buat dan saya riset mampu menunjang pembaca di Internet lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini tentunya menjadi sebuah pelajaran bahwa riset pasar tetap diperlukan mau itu ekonomi kreatif atau pun yang lainnya. 

Pendidikan yang Buruk Jadi Salah Satu Penyebab Ekonomi Kreatif yang Sulit Berkembang


Pendidikan yang mengarah pada moral, etika, dan iptek akan menciptakan keseimbangan antara kecerdasan dan kepribadian. Hal ini tentunya perlu dimiliki semua pemuda khususnya di Cianjur. 

Pendidikan yang modern tanpa literasi yang baik tentunya akan salah kaprah juga. Literasi dan minat baca adalah penunjang meningkatnya pendidikan di Cianjur. 

Dewasa ini, kreatifitas di sekolah-sekolah kurang dilatih. Terlebih dalam hal-hal yang out of the box. Padahal, kreatifitas adalah sesuatu yang diluar dari hal yang biasanya, tapi memiliki dampak yang lebih besar. 

Saya sulit sekali mencari anak muda berusia 20-an yang memang punya passion menjadi wartawan dan penulis konten. Sulit sekali, bahkan lebih sulit dari mencari jodoh. 

Sebabnya apa? Dari berbagai pengamatan saya, anak muda khususnya teman saya yang seusai lebih memilih pekerjaan yang langsung menghasilkan uang banyak dari pada menikmati proses dari kreatifitas diri. 

Uang menjadi masalah yang cukup ribet menurut saya. Padahal, ekonomi kreatif bisa lebih menjanjikan dari pada bekerja di pabrik, terlebih pada jenjang karirnya.

Pemahaman soal pekerjaan dari anak muda di Cianjur menjadi penentu apakah ekonomi kreatif bisa maju atau tidak di tatar kota santri. 

Beberapa teman fotografer saya lebih senang berkarya di Bandung atau Yogyakarta karena di sana karya foto sangat dihargai. Adanya pameran foto dan lain sebagainya penuh antusias dari masyarakat.


Teman-teman desainer grafis saya lebih senang berada di Jakarta karena jenjang karir yang lebih pesat. Juga, minat masyarakat terhadap sebuah karya digital cukup tinggi. 

Teman-teman saya yang punya hobi bernyanyi, lebih senang mencari peruntungan di Ibu Kota karena banyak label rekaman dari yang indie sampai major. Di Cianjur? Walaupun ada tapi rasanya tidak ada. 

Apresiasi Masyarakat Cianjur Terhadap Karya Seni


Karya seni adalah produk intelektual dari seseorang. Kebanyakan masyarakat Cianjur khsusnya yang muda-muda tidak menghargai itu.

Contohnya, lebih senang mendonwload lagu bajakan daripada membeli atau streaming. Lebih senang mendownload foto tanpa izin daripada membelinya.

Jika apresiasi masyarakat Cianjur sangat baik terhadap karya seni. Maka, pegiat ekonomi kreatif di Cianjur akan sejahtera. Perputaran ekonomi pun akan melesat, dan pemuda pun akan menjadi agen perubahan yang sangat berpengaruh. 

Uang bukan segalanya, bro! Jangan mengorbankan potensi yang keren dalam diri hanya karena gaji di pabrik sangat besar!

Pemerintah pun, harus bisa menghargai karya anak muda. Karya putra-putri Cianjur. Kalau sudah seperti itu, saya yakin Gedung Dewan Kesenian Cianjur akan seperti Gedung Kesenian Jakarta atau Yogyakarta. Selalu ramai, selalu asyik, dan menguntungkan.