Siapa yang tidak kenal God Bless? Salah satu band rock Indonesia yang sudah berdiri sejak 1973 hingga kini. Kebayang usia para personilnya? Ya, luar biasa bukan? Kali ini saya mau mengulas atau review salah satu album mereka yaitu 18 Greatest Hits Of God Bless yang dirilis pada tahun 1992 dan diproduksi oleh Logiss Record milik Log Zhelebour.

Awalnya saya mau review album Semut Hitam atau Cermin dari God Bless. Cuma, di toko kaset hanya ada kaset album 18 Greatest Hits Of God Bless. Tapi, tidak apa-apa lagu-lagunya tetap keren. 

Di Album ini ada dua formasi yang berbeda. Pertama, Achmad Albar (Vokal), Donny Fatah (Bass) Ian Antonio (Gitar), Jockie Suryoprajogo (Keyboard), dan Teddy Sujaya (Drum). Selanjutnya, formasi kedua yaitu Eet Sjahranie menggantikan Ian Antonio di gitar. Dan, Abadi Soesman yang menggantikan Jockie Suryoprajogo.

Ada 18 lagu keren di album ini, yang berawal dari album God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988), dan Raksasa (1989). Album ini menurut saya sangat istimewa karena ini adalah Rock jadul yang keren bagi saya yang anak milenial.

Review Album 18 Greatest Hits Of God Bless


Langsung saja kita review ke-18 lagu yang ada di album ini secara berurutan. Karena 18 lagu cukup banyak, jadi saya tidak membahas apapun lagi. 

Balada Sejuta Wajah


Lagu ini memiliki musik yang sederhana, hanya ada vokal Achmad Albar, diiringi gitar Ian Antono dan keyboard dari Abadi Soesman. Bahkan, tetap ada backing vokal yang sangat khas God Bless sekali di lagu ini. 

Yang menjadi kekuatan dari lagu ini adalah liriknya yang sangat dalam. Lagu yang diambil dari album Cermin (1980) ini memang sangat menggambarkan suasana kelam masyarakat kecil yang rumahnya tergusur pembangunan. 

Lagu ini menggambarkan pertanyaan tentang kenapa selalu rakyat kecil yang terlibat dalam hal yang besar. Bahkan, terlibat untuk dihancurkan dengan dalih pembangunan lebih maju. 

Lagu ini berhasil memberi gambaran tentang harapan masa depan usai para rakyat kecil dengan terpaksa memberi lahan bagi sebuah pembangunan pencakar langit dan kemewahan lainnya. 

Damai yang Hilang


Lagu ini sangat keren. Lagu ini diambil dari album terlaris God Bless, Semut Hitam (1988). Semua personil di lagu ini sangat maksimal dan menghasilkan harmonisasi yang menjadi energi ballad Rock yang sangat kental. 

Yang saya sukai dari lagu ini adalah liriknya yang sangat menggambarkan suasana lintas generasi. Tentang anak kecil yang membawa koran dengan isi berita yang itu-itu saja. Terlebih berita peperangan. 

Lagu ini menggambarkan kepedihan ketika mendengar atau membaca berita peperangan. Seolah-olah damai benar-benar hilang. Mempertanyakan, apakah tidak ada berita yang mengabarkan kebahagiaan? 

Bahkan, lagu ini berhasil menggambarkan bahwa darah dan peperangan seolah menjadi dagangan media. Saya miris mendengar lagu ini. Karena saya seorang jurnalis. 

Menjilat Matahari


Jangan tanya soal musiknya. Musik di lagu ini sangat luar biasa dan tidak akan pernah ditemui di band Rock Indonesia di masa sekarang. God Bless selalu punya harmonisasi yang lengkap dan keren. 

Namun, otak saya tidak bisa mencerna arti dari Menjilat matahari di lagu ini. Ketika saya mendengar lagu ini, seolah saya mendapatkan semangat yang membara. Sangat terasa energinya. Karena memang lagu ini memiliki tempo cepat dan distorsi Rock yang khas. 

Lagu ini seolah menggambarkan semangat yang sangat luar biasa. Mencoba membungkam kesedihan dunia dan merubahnya dengan semangat dan kebahagiaan. Dan, mengabaikan orang yang berkata negatif terhadap usaha kita. Keren. 

Lagu yang diambil dari album pertama God Bless (1975) ini begitu membawa nilai positif bagi setiap orang yang tengah berusaha mewujudkan mimpi.

Rumah Kita


Siapa yang tidak kenal lagu ini? Lagu yang berasal dari album God Bless - Semut Hitam (1988) ini dikenal oleh semua orang dari yang tua hingga yang muda. Musiknya yang revolusioner membawa arah Rock yang Universal. Menepiskan stigma rock yang hanya berisi kekerasan dan hal negatif. 

Lirik lagu ini sangat bermakna. Pantas saja masyarakat Indonesia dari mulai elit hingga yang biasa-biasa saja sangat senang dengan lagu ini. 

Lagu ini berhasil menggambarkan tentang rasa syukur dan cinta terhadap tanah air. Benar-benar keren. Seolah-olah tidak ada tempat yang lebih baik di dunia selain tempat kelahiran.

Musisi


Ini adalah salah satu lagu yang paling saya sukai di album ini. Temponya cepat, Rock-nya kental banget. Liriknya keren. Bahkan, konsep harmonisasi instrumen dari lagu ini tidak akan pernah terdengar dari band Rock Indonesia masa kini. 

Dari yang saya tahu, lagu yang berasal dari album Cermin (1980) ini diciptakan oleh sang bassist, Donny Fatah. Lagu yang merupakan dilema Donny untuk lanjut bermusik atau bekerja kantoran. 

Ketukan drum di lagu ini mirip dan sama dengan Ketukan lagu Bohemian Rhapsody milik Queen. Tapi untuk gitar ini beragam, bass line-nya pun unik. Termasuk suara keyboard yang udah beda banget dari yang lain. 

Lagu ini berhasil menggambarkan perasaan musisi ketika menciptakan lagu. Mulai dari proses penciptaan lirik, nada, hingga proses harmonisasi antar instrumen. Lagu ini keren.

Anak Kehidupan


Lagu ballad rock yang satu ini cukup membuat saya terdiam. Selain alunan musik yang luar biasa 'ngena' banget. Vokal Achmad Albar bisa sangat mendayu tapi power ya sama sekali tidak hilang. Sangat sulit untuk menyanyikan lagu ini dengan sangat lembut. 

Lagu yang berasal dari album pertama God God Bless (1975) ini berhasil membawa pendengar seperti duduk di pesisir pantai. Terlebih karena di tengah-tengah lagu ini ada backsound ombak. Tapi, memang lagunya pas untuk didengarkan saat merenung sendiri. 

Lagu ini berhasil menggambarkan perasaan pasrah dalam perjuangan. Berhasil menggambarkan kebingungan mengenai takdir yang ada di dunia. Tapi tetap melangsungkan hidup, dengan semangat, dan sisa tenaga yang ada. Keren.

Sesat


Satu lagi lagu dari album pertama God Bless (1975). Lagu Sesat memiliki athmospere rock 70-an yang sangat kental. Saya seperti mendengar Queen versi Indonesia. Luar biasa. 

Tempo di lagu ini cepat, musiknya tetap harmonis dan tidak ada kesan acak-acakan. Lagu ini membawa warna Rock yang sangat revolusioner di musik Indonesia. 

Lagu ini pun berhasil menggambarkan perasaan tersesat saat hidup di dunia. Tidak mendapatkan kasih sayang orang tua dan kekasih. Merasa bingung menjalani hidup. Itu yang ada di dalam lagu ini. 

Trauma


Lagu yang diambil dari album Semut Hitam (1988) ini super cepat. Musiknya sangat mencirikan Speed metal di era saat itu. Walau tidak terlalu cepat, tapi lagu ini berhasil memacu adrenalin. 

Ketukan drum rock yang khas di masa itu. Bahkan, distorsi gitar di lagu ini sangat khas Ian Antono sekali. Bahkan, alunan keyboard di sela-sela lagu ini bisa berbaur dengan suara gitar dan bass yang mantap. 

Lagu ini berhasil menggambarkan rasa trauma yang berkepanjangan. Dari liriknya, lagu ini menceritakan trauma yang mendalam saat hidup di penjara. Mantap. 


Mistery


Lagu ini diawali dengan sangat lembut. Tapi, kerennya, power vokal Achmad Albar selalu saja tidak redup. Selalu bertenaga. Lagu yang diambil dari album pertama God Bless (1975) ini sangat memiliki makna bagi kehidupan rakyat. 

Musik rock ballad di lagu ini sangat lembut, tapi tidak less power. Dari Mulai drum, bass, gitar, hingga keyboard di lagu ini sangat harmonis menggambarkan perasaan bertanya-tanya soal hidup. Tapi, di bagian reff, tenaga di lagu ini sangat terasa. 

Lagu ini berhasil menggambarkan rasa bingung mengenai berbagai kehidupan yang dirasakan rakyat kecil. Kita ditempatkan sebagai masyarakat menengah yang bertanya-tanya, bagaimana rakyat kecil itu bisa hidup di tengah hingar hingar dunia? 

Raksasa


Lagu ini adalah eranya God Bless bersama gitaris Eet Sjahranie yang kini menjadi gitaris Edane. Lagu Raksasa ini diambil dari album Raksasa (1989). Memiliki tempo yang lumayan cepat dan power yang kuat. 

Riff di lagu ini akan sangat mudah diingat oleh siapapun. Bahkan, alunan keyboard di lagu ini bisa begitu unik karena membawa sedikit unsur jazz. Walau tidak begitu kental. 

Lagu ini berhasil menggambarkan penguasa yang hanya memikirkan kepentingan pribadi. Rakus. Lagu ini sangat cocok dipakai untuk mengkritik pemerintah. Atau, dipakai saat Pilkada seperti ini. Hahaha. 

Selamat Pagi Indonesia


Lagu ini diambil dari album Cermin (1980) dan dibuat ulang di album Cermin 7 (2015). Lagu ini sangat indah, melodinya sangat unik, walau kadang sulit dicerna tapi tetap enak didengar.

Lagu ini hampir seperti Bohemian Rhapsody karena berganti-ganti tempo dan konsep musik. Tapi, pendengar takkan merasakan perbedaan itu. 

Bahkan, lagu ini berhasil membuat kita membayangkan garuda di pagi hari. Dengan dada tegap, dengan mata yang tajam. Bersiap untuk menaklukkan dunia di pagi hari. 

Huma di Atas Bukit


Lagu ini sebenarnya pertama kali muncul di album pertama God Bless (1975). Tapi, direkam ulang di Album Raksasa (1989). Dan, saya lebih suka versi di album raksasa. Dan, di album 18 Greatest Hits Of God Bless ini, lagu Huma di Atas Bukit menggunakan versi album Raksasa. 

Musiknya indah. Lembut dan mendayu. Tapi, di bagian reff, kalau kita mencoba mennyanyikan lagu ini akan selalu merasa tenaga yang dikeluarkan itu kurang. Power-nya kuat banget. 

Tapi, hingga kini saya tidak tahu lagu ini menceritakan dan menggambarkan apa. Tapi, di video klipnya, memperlihatkan keharmonisan keluarga masing-masing personil. Kecuali Eet Sjahranie yang kala itu masih sangat muda. 

Semut Hitam


Lagu Semut Hitam adalah salah satu lagu fenomena dari God Bless. Diambil dari Album Semut Hitam (1988), lagu ini sangat khas. Saya seperti mendengar band Journey versi Indonesia dengan vokal yang lebih berat. 

Musiknya jangan diragukan lagi. Semua orang pasti tahu lagu ini. Musiknya yang khas, warna yang God Bless banget. Pasti akan melekat di telinga setiap pendengar. 

Lagu ini berhasil menggambarkan perbandingan antara semut dan manusia. Berhasil menjelaskan bahwa manusia kadang tidak lebih tinggi dari semut hitam. Keren. 

Setan Tertawa


Lagu ini diambil dari album pertama God Bless (1975). Lagu ini memiliki musik yang sangat God Bless. Tempo yang cepat dan distorsi gitar yang tidak tumpang tindih dengan keyboard dari Jockie Suryoprayogo. 

Lagu ini berhasil menggambarkan keburukan sifat pemimpin yang malah tidak menghancurkan negeri ini. Bahkan, berhasil menggambarkan bagaimana pahlawan berkata dengan air mata atas perbuatan para penguasa. Lagu ini menceritakan kriminalitas dan sifat hedonism manusia.

Cendawan Kuning


Lagu ini punya tempo sedang. Tapi, musiknya sangat berat. Bahkan, liriknya pun sangat berat. Lagu ini diambil dari album pertama God Bless (1975).

Sampai kini pun saya tidak mengerti arti dari lagu ini. Maksudnya liriknya. Kalau musiknya, jangan pernah remehkan. Musiknya sudah sangat mantap.

Kehidupan


Lagu ini pun menjadi salah satu lagu yang saya sukai. Diambil dari album terlaris God Bless, Semut Hitam (1988) lagu ini menjadi khas di telinga pendengar Rock Indonesia. 

Musik di lagu ini menurut saya menjadi titik perkembangan riff-riff rock di era sekarang. Lagu ini punya riff yang sangat khas, dan kental sekali Rock-nya. 

Lagu Kehidupan dari God Bless ini berhasil menggambarkan kerasnya kehidupan. Bahkan, berhasil menggambarkan usaha kepala keluarga yang mencoba menghidupi keluarga. Tapi, penguasa malah terus ambisi dalam berkuasa hingga tidak memikirkan rakyat. 

8 Maret 1989


Lagu ini adalah single dari album 18 Greatest Hits Of God Bless (1992). Lagu ini memiliki tempo yang sangat cepat. Dan lirik yang dalam. 

Di tahun ini, God Bless kembali bersama Ian Antono di sisi gitar. Makanya, saat saya dengar lagu ini, ini Ian Antono banget. Bahkan, saya suka keyboard setelah solo gitar. Unik dan keren. Tapi, tidak menghilangkan unsur rock-nya. 

Liriknya dalam. Dalam lagu ini menggambarkan peperangan Timur Tengah yang tak kunjung usai. Bahkan, kebebasan berbicara yang dibungkam pun menjadi pembahasan di lagu ini. 

She Passed Away


Lagu Terakhir ini menjadi satu-satunya lagu bertema cinta di album 18 Greatest Hits Of God Bless (1992) ini. Lagu ini berbahasa Inggris, tapi karena suara Achmad Albar ini bule banget, jadi tidak ada kesan norak. 

Musik rock ballad di lagu ini sangat kebarat-baratan. Tapi, tetap dengan warna God Bless. Bahkan, backing vokal yang tetap harmonis sangat khas God Bless banget. 

Lagu ini berhasil menggambarkan kesedihan karena ditinggal mati kekasih. Lagu yang berhasil menjelaskan bahwa kekasih yang pergi itu, adalah gadis istimewa. Adalah Ratu bagi siapapun yang merasakannya. Keren. 

Kesimpulan


Album 18 Greatest Hits Of God Bless (1992) sangat saya sukai karena tema lagunya dan ciri khas yang sangat kental. Musik rock yang revolusioner namun tetap murni dari God Bless berhasil menggaet hati saya. 

Album ini tersedia di Spotify. Tapi, saya lebih memilih membeli kaset dan mendengarkannya melalui tape karena atmosfir yang berbeda. Keren. Keren pokoknya.