Selamat datang kembali, kali ini saya mau review mini album Uang Muka dari band Feast. Mini album ini adalah kejutan menurut saya, karena sebelumnya mereka sedang mengerjakan sebuah full album, tapi malah mengeluarkan mini album bertema uang.

Review Artwork Mini Album Uang Muka - Feast


Band yang digawangi Baskara Putra (Vokal), Adnan S.P (Gitar), Dicky Renanda (Gitar), F. Fikriawan (Bass), dan Adrianus Aristo Haryo/bodat (drum) ini memiliki artwork album yang selalu bagus. Di mini album ini pun artwork-nya gak kalah keren.


Mini Album ini memperlihatkan beberapa orang yang tengah 'seperti' bersujud, menyembah kucing emas yang selalu ada di toko-toko orang Cina. Simbol kucing itu dikenal denga Maneki Neko dalam bahasa Jepang, yang berarti kucing pengundang. 

Boneka kucing dianggap sebagai keberuntungan karena otomatis menggerakan cakarnya ke atas dan ke bawah, seperti mengundang keberuntungan bagi pemiliknya.

Artwork yang keren, selain konsepnya yang brilian. Keselarasan antara artwork dan tema dalam mini album ini pun patut diacungi jempol.

Review Lagu di Mini Album Uang Muka - Feast


Dalam mini album ini ada tujuh track. Dibuka dengan prolog yang nyeleneh tapi tetep keren. Ditutup dengan musik yang sedikit slow dan mendayu tapi tetap menyiratkan pesan.

Kata Pengantar Oleh Jason Ranti

Track pertama ini sebenarnya bukan lagu, tapi sebuah prolog. Suara dalam prolog ini adalah Jason Ranti. Saya sangat suka sapaan di awal prolog ini, keren. 

"Yo! Halo, Baskoro and the gang!"

Dalam prolog ini, membahas tentang bagaimana uang menjadi sebuah komoditi yang dapat menjadikan orang berbahaya bahkan ada kata-kata kasar di prolog ini. Intinya, uang. Itu saja. Apapun tentang uang, diawali di track ini.

Dapur Keluarga

Lagu ini cukup punya beat yang sangat saya sukai, pattern bass yang sederhana tapi tetep melodic. Riff gitarnya seperti rock pada umumnya. Tapi, sejauh ini, lagu Dapur Keluarga bisa bikin saya langsung jingkrak-jingkrak karena gak banyak musik elektronik di lagu ini. Itu yang saya suka.

Yang paling keren, liriknya. Jarang sekali band masa kini yang memiliki lirik dengan pesan yang sangat berat dan kental. Dulu, ada God Bless, GIGI sempat punya lagu kritikan, Iwan Fals apalagi. Dari, lagu ini saya ingin kaset bisa produksi lagi, Feast harus bikin kaset!

Komodifikasi

Lagu ini yang menjadi single dari mini album Uang Muka - Feast. Musik rock dari Feast bisa dibilang sedang mencari ciri khas sendiri. Saya masih mendengar ada unsur-unsur Rock yang pernah saya dengar dari band-band yang lain. Tapi, lagu ini keren. Walau saya tidak suka ada unsur elektronik di awal lagu.

Lirik lagu ini keren, vokal Baskara dikeluarkan dengan power yang kuat. Sekali lagi, Feast bukan band sembarangan. Harus banyak lagu-lagu rock seperti ini, penuh pesan. Walau pendengar sudah jarang suka lagu Rock. 

Cicilan 12 Bulan (Iklan)

Nah, kayaknya ini adalah salah satu ciri khas Feast. Menyatukan unsur rock yang kental dengan sedikit rasa funk, ditimpa dengan musik-musik elektronik yang sederhana. Musiknya jadi kaya, tapi saya tetap tidak suka ada unsur elektronik di lagi Rock. 

Liriknya nyeleneh, tapi tetap realistis. Serius, lagu ini menceritakan manusia yang begitu haus akan uang dan gak pernah merasa cukup dengan apapun yang dibelinya. Terlebih kredit. Bahasa kasar juga ada di lagu ini, celotehan iklan yang nyeleneh. Lagu ini adalah cerminan masyarakat pada umumnya.


Belalang Sembah

Lagu ini punya makna yang sangat mendalam, terlebih lagu dengan beat yang terlalu cepat. Saya suka lagu ini, terlebih di bagian chorus. Tapi, saya tidak suka dengan unsur elektronik yang terlalu dominan di lagu ini. Asik, sih, lagu ini bisa bikin joget dan headbang sekaligus.

Liriknya puitis banget. Suara Baskara mulai hampir berubah jadi Hindia di sini. Walaupun keduanya adalah orang yang sama. Saya seperti mendengar Hindia dengan unsur Rock Feast. Entah, mungkin hanya pendengaran saya saja. Tapi, liriknya keren. 

Kembali Ke Posisi Masing-masing

Lagu ini punya unsur Rock yang dark banget, tapi tetap dengan sedikit unsur elektronik yang membuat musik Feast menjadi kaya. Di bagian verse, terasa dark sementara di bagian chorus kita akan dihentakan dengan beat-beat yang keras namun tidak terlalu cepat. 

Liriknya keren, Feast gak ada duanya kalau soal lirik. Kalau kamu adalah seorang yang ambisius, dengarkan lagu ini. Maka, kamu akan berubah menjadi yang realistis pada akhirnya. 

Apa Boleh Buat

Lagu terakhir ini berbentuk akustik, entah saya tidak tahu siapa yang bernyanyi di lagu ini. Sangat sederhana, sangat sebentar. 

Lirik di lagu ini hanya berisi sebuah kalimat-kalimat dilematis dan pasrah dengan situasi hidup. Sesuai judulnya. Apa boleh buat? 


Kesimpulan


Mini album Uang Muka dari Feast ini tertarik saya review karena Rock-nya berkembang. Lagu-lagunya penuh pesan, sangat modern. Hanya saya tidak suka unsur elektronik aja. Tapi, sejujur-jujurnya, mini album ini luar biasa keren, sadis. Saya harap Feast terus membuat musik yang keren. Ini adalah kejutan.

Terima kasih telah membaca Review mini album Uang Muka dari Feast yang saya tulis. Perlu diingat, semua yang saya tulis adalah pengalaman dan opini saya sendiri.