Review: Album GIGI - 3/4, Gak Cuma Soal Cinta


Selamat datang di postingan blog saya yang setelah lama vakum ini, dan saya ingin review album dari band rock kenamaan, GIGI yaitu 3/4. Jujur, saya adalah seorang Gigikita (fans GIGI) garis keras yang suka musik rock dan lagu-lagu dari band yang digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdan (Bass), dan Gusti Hendy (drum) ini.

Review Sejarah Album GIGI - 3/4


Dari sejarah yang saya baca dari berbagai artikel, album ini merupakan album GIGI yang ketiga setelah album Angan dan Dunia. Album ini dirilis pada tahun 1996 bersama label Atlantic Record.

Sejarah dari album ini cukup menguras hati, karena album ini adalah awal dari titik terendah dari Armand Maulana dan kawan-kawan. Bagaimana tidak? Pada tahun 1995 di album Dunia mereka sudah kehilangan Baron. Dan, di album ini mereka bersiap kehilangan Thomas Ramdan dan Ronald Fristianto.

Meskipun album ini merupakan awal dari titik terendah GIGI, tapi album ini keluar ketika mereka tengah naik daun dan berada di puncak kesuksesan. Konon, mereka baru bisa lihat album ini rilis saat sedang tur di salah satu kota.

Review Cover Album GIGI - 3/4

Cover Album ini adalah yang paling saya sukai dari sekian album dari GIGI. Jujur cover dan desainnya sederhana, tapi sangat membekas. Terlihat dari foto tampak depan yang memperlihatkan wajah empat personil GIGI, Dewa Budjana, Thomas Ramdan, Ronald Fristianto, dan Armand Maulana.

Di bagian belakang, ada setlist lagu yang ditulis tangan. Di sisi A dan B masing-masing ada lima lagu. Pastinya, lagu-lagu di dalamnya merupakan lagu legendaris yang sebagian besar jarang dimainkan secara live saat ini.

Di dalam album, ada foto-foto masing-masing personil. Bahkan, foto-foto bersama Di dalam album, ada foto-foto masing-masing personil. Bahkan, foto-foto bersama dari mereka pun tampak sederhana. Saya menyebut sederhana dari segi pakaian. Sederhana sekali, sesuai gaya Rockstar di era saat itu.
Selain itu, ada juga berbagai ucapan dari masing-masing personil yang ditulis tangan langsung oleh Dewa Budjana. Itu yang menjadi unik, semuanya ditulis tangan oleh sang gitaris. Bahkan, lirik-lirik yang ada, ditulis oleh pria berkumis tersebut.


Review Lagu GIGI di Album 3/4


Ada 10 lagu yang keren di album ini. Jujur album ini nge-rock banget. Tapi, ada juga yang ballad dan menyayat hati.

Oo..oo..oo 

Lagu ini adalah yang paling sering dibawakan. Lagu yang bercerita tentang membangkitkan semangat saat ditinggalkan cinta yang semu. Judulnya memang aneh tapi lagunya tidak seaneh itu.

Judul lagu ini memang diambil dari penggalian lirik di bagian chorus. Mungkin, judul lagu juga yang membuat orang di masa sekarang tidak memiliki ekspektasi lebih sehingga langsung enggan mendengarkan, tapi kalau sudah dengar, beneran enak kok. 

Chord yang digunakan Dewa Budjana bener-bener rumit, naik turun tapi unik. Lagu ini kental dengan ketukan yang sedikit funky di tengah-tengah rock. Meski begitu, lagu ini enak dipakai jingkrak-jingkrak.

Bass Thomas Ramdan keren, berpadu satu sama drum dari Ronald Fristianto. Vokal dari Armand Maulana pun keren, dulu suara dia gak terlalu bulat kayak sekarang. Overall, lagu ini keren.

Damainya Cinta

Lagu ballad rock yang satu ini favorit kalau lagi galau dan jatuh cinta. Liriknya cukup bagus, apalagi dihayati sambil nonton video klip nya. Wah, ambyar.

Chord yang dipakai Dewa Budjana khas dengan naik turunnya. Banyak overtune. Tapi, yang saya suka adalah solo-nya. Keren pokoknya. Sementara, bass dari Thomas Ramdan gak terlalu menonjol di lagu ini.

Vokal Armand Maulana sangat kuat di lagu ini. Apalagi karena nadanya yang sering overtune, keliatan banget power vokal-nya super-super powerful.

Melayang (Versi Akustik)

Lagu ini adalah aransemen ulang dari lagu Garis Warna di album Dunia (1995). Tanpa menghilangkan unsur rock-nya, GIGI berhasil membuat versi akustik yang super keren.

Skill gitar Dewa Budjana dan skill bass Thomas Ramdan luar bisa keren, punya perpaduan yang gak bisa disamain oleh band-band lain. Ditambah, gebukan drum Ronald Fristianto yang menambah rasa funky di lagu ini. 

Vokal Armand Maulana di lagu ini gak kalah powerful. Kedengeran banget rock-nya dan bisa menggapai nada-nada tinggi dengan tanpa merusak lagu.

Usah Pikirkan

Lagu Usah Pikirkan dari GIGI ini gak banyak orang tahu. Jarang banget dibawakan. Tapi, musikalitasnya luar biasa keren. Khas-nya GIGI dengan empat personil bisa mulai terasa dari lagu ini.

Lagu ini bercerita tentang perasaan positif thinking selama rasa cinta masih ada. Dan, dengan ketukan rock yang sedikit funky bisa menambah semangat pendengar.

Lagu Usah Pikirkan dari GIGI ini juga memiliki lirik yang sering diulang-ulang. Tapi, bagusnya lagu ini gak bikin bosen karena musiknya yang keren.

Nikmatilah

Di album ini, GIGI punya banyak stok lagu penyemangat, contohnya lagu Nikmatilah. Serius, lagu ini bikin semangat, bikin kita yang punya banyak pikiran langsung bangkit dan kembali menjalani hidup. Eaaa.

Lagu ini punya sound yang lebih kaya karena ada saxophone di dalamnya. Tapi, rock-funk-nya juga lebih kental, karena ketukan Ronald dan Thomas cocok banget.

Sama seperti lagu sebelumnya, GIGI membuat lirik repetisi di lagu Nikmatilah. Bahkan, diulang-ulang sampai berkali-kali, bahkan sampai dibalik. Tapi gak bosenin, sumpah.

Garis Lini

Nah, lagu Garis Lini dari GIGI ini ada unsur seni daerahnya. Di awal dan di akhir lagu kita akan disuguhkan dengan musik daerah Sumatera yang keren dan ciamik.

Di bagian verse dan outro musiknya cukup mendayu. Suara Armand cukup lembut. Apalagi petikan gitar Dewa Budjana yang gak bisa dijelasin bagusnya. Tapi, di bagian tengah, pendengar harus siap-siap headbang. Rock banget!!

Lirik lagu ini cukup unik karena menceritakan keindahan Sumatera, itu menurut saya, ya. Hehehe. Tapi, kayak sih bener.

Dimanakah

Saya sempat nyari-nyari lagu ini sebelum membeli kasetnya. Dan, baru ada yang upload di YouTube setelah saya beli albumnya. Wow.

Lagu ini gak terlalu istimewa kecuali rhythm gitar Dewa Budjana yang sedikit funky di bagian intro, verse, dan outro. Bassnya gak terlalu menonjol dan drum pun biasa aja menurut saya.

Vokal Armand masih terasa powernya di lagu ini. Lagu yang menceritakan kisah cinta yang kandas ini liriknya kurang ngena menurut saya. Tapi, lagunya masih enak didengar.

Basa-basi

Lagu Basa-basi dari GIGI adalah salah satu favoritku di album ini. Alasannya, rock banget!!! Gak percaya? Coba dengerin saja sendiri.

Pokoknya di lagu ini semua skill dari para personil ditonjolkan. Termasuk vokal Armand yang super powerful dan sulit ditiru karena tinggi banget terlebih dengan suara bulat kayak Armand.

Liriknya gimana? Menurutku ini sindiran keras bagi para politikus. Serius, saya mikirnya gitu. Mungkin karena mereka sering basa-basi dan lempar senyum tak berarti.

Hilang

Lagu ini dibuat ulang di album religi dari GIGI. Tapi, di versi album 3/4, lagu ini kerasa kelamnya. Tempo musik ini cukup statis dan tidak terlalu banyak hal rumit.

Yang saya suka dari lagu ini adalah liriknya yang begitu pas menceritakan keputusasaan. Kalau putus asa denger lagu ini sangat cocok.

Selamat Tidur... Sayang

Lagu ini instrumental, jadi lebih menonjol Dewa Budjana. Lagunya beneran bikin ngantuk dan pengen tidur. Gak salah GIGI menyimpan lagu ini terakhir.

Uniknya, di bagian akhir lagu ini ada instrumental lagu Cicak di Dinding. Dan, itu bikin saya terhentak, dan bertanya-tanya. Soalnya, saya mulai ngeh itu setelah beberapa kali denger.

Kesimpulan


Itulah review album GIGI - 3/4. Sebagai penggemar berat GIGI saya sangat senang menulis ini. Dan, album ini adalah album yang paling sering saya dengarkan selain album Best of GIGI (2002).

Overall, album ini cocok buat kamu yang ingin melupakan emosi. Terlebih penggemar Rock. Karena, mulai dari cinta, semangat hidup, sampai putus asa ada di lagu ini.

Terima kasih telah membaca review yang cukup panjang ini. Semoga saya bisa lebih konsisten memberikan pengalaman yang terbaik bagi pembaca. See you.

Comments

Popular Posts