Cerita Cinta Dalam Doa

Cerita Cinta Dalam Doa, Ketika Dua Hal Berbeda Bertemu

Cerita Cinta Dalam Doa, Ketika Dua Hal Berbeda Bertemu


Cerita tentang cinta memang tidak ada habisnya untuk dibahas, terlebih bagi kalian yang kerap memiliki cinta yang hanya disalurkan dalam doa. Terkadang hal itu membuat hati kita perih dan tidak tahan dengan berbagai hal yang menimpa kepada kita.

Sama halnya dengan saya, kadang ada rasa yang begitu menyiksa jika kita mencintai seseorang hanya dengan diam dan tak berbicara. Cinta seperti itu memang bisa disalurkan dalam doa, tapi tidak selamanya dapat disalurkan dengan cara seperti itu. Sebagian orang memang punya cara lain untuk mencintai.

Apakah akan ada hal lain yang menjadi alasan untuk mencintai dalam doa? Tentu, setiap orang punya alasan yang berbeda. Mungkin ada yang tidak percaya diri, ada yang takut patah hati, ada yang tak mau memutus tali persahabatan. Kemungkinan itu merupakan hal yang paling lumrah dirasakan oleh kita.

Saya mencintai seseorang yang selalu dianggap rumah dari setiap perjalanan hidup saya. Dia memang cuek dan sepertinya tidak memiliki ketertarikan apa-apa pada saya. Dan, itu menyakitkan. Tapi, apa mau dikata? Kita memang berhak mencintai, tapi tak berhak memaksa orang untuk sama-sama mencintai.

Orang bilang mencintai adalah menjaga. Tapi, bagi sebagian orang, mencintai adalah memilih tempat untuk patah hati. Memang, saya sadar akan hal itu. Sejujurnya saya bisa saja memberanikan diri untuk mengungkapkan semua isi hati yang benar-benar tidak tertahan.

Teman-teman saya menyarankan saya untuk tetap tenang dan jangan terlalu diambil pusing. Tak apa, itu hanya saran. Kenyataannya terkadang saya begitu tersiksa dengan perasaan sendiri, beruntung tidak sampai sakit-sakitan.

Saya selalu berharap suatu hari dia bisa menerima apa yang saya beri. Saya harap suatu hari dia bisa menatap saya. Suatu hari. Entah kapan itu, saya akan pasrahkan semuanya.





Comments

Popular Posts