Puisi Tentang Alam Berjudul “Matahari yang Marah”


Puisi Tentang Alam: Matahari yang Marah
Foto: Afsal Muhammad

Puisi tentang alam ini saya tulis karena berita yang saya tulis juga di Cianjur Today tadi siang. Kota saya saat ini, tengah panas bahkan sangat panas dan suhunya mencapai 36 derajat celcius di siang hari.


Dari hal tersebut saya mempertanyakan, apakah matahari sedang marah? Apakah matahari sudah muak dengan manusia? Begitu banyak pertanyaan itu muncul sehingga saya lebih senang untuk membuat puisi mengenai itu.



Matahari yang marah

Kita masih asyik berjalan di tempat ini
Kita sadar kita hanya bertamu
Tapi kita membangkang pada perintah-Nya
Bangsa ini tengah panas, saudaraku

Bukan tentang bagaimana pecahnya kerusuhan
Bukan tentang bagaimana hilangnya cinta
Dan, bukan tentang hancurnya akal sehat
Matahari sedang marah pada kita

Manusia hanya bisa mengeluh
Tidak tahu diri terhadap pemberi tempat tinggal
Merasa tinggi, hingga takut untuk turun
Manusia terlalu bodoh untuk berbicara

Menghardik matahari yang jelas bukan miliknya
Matahari sedang marah pada kita
Alam sudah muak dengan kelakuan kita
Tapi, kita tidak pernah bisa sadar tentang itu



Itulah puisi alam yang berhasil saya buat. Semoga apa yang saya tulis ini bisa menjadi pengingat untuk kita semua. Puisi tentang alam ini saya dedikasikan untuk manusia di muka bumi ini.


Kita sebagai manusia memang banyak tidurnya. Lupa bahwa ada hal yang harus kita jaga. Lupa bahwa kita hanya menumpang di bumi ini. jadi, jangan sampai kita kembali tertidur dan membuat matahari beserta rekan-rekannya marah pada kita.